This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label PUISI Gibran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI Gibran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2016

Puisi Khalil Gibran - Hapus Air Matamu

HAPUS AIR MATAMU
By : Khalil Gibran


Hapus air matamu
Aku tak ingin kau menangis lagi sayang
Yakinkan hati
Diriku tak akan memilih meninggalkanmu

Sekian waktu bersama
Tak bisa menepis kenyataan
Kita berbeda jalani keyakinan
Tapi kau yang kuinginkan dari segalanya

Setiap rinduku hanya memanggilmu
Ku yakin kaupun mengerti
Ku tak ingin menanggalkan hati
Yang telah satu untuk dirimu

Sayangku dengarkan aku
Takmungkin ku melepasmu
Kan kupertahankan  kau cinta aku
Dan semua air matamu akan berarti dihidupku

Bawalah cintaku bersamamu
Karena kau tetap miliku selamanya
Dan menikahlah denganku
Bahagialah sampai batas waktu tak terhenti
Ku hanya ingin kau jadi istriku
Untukmu satu cinta dihati


Puisi Khalil Gibran - Burung Pipit

BURUNG PIPIT
By : Khalil Gibran


Burung pipit kecilku
Hapuslah rasa curigamu padaku
Walau aku hanya menjadi persingahaan sesaat
Tak akan kutahan kau untuk diam ditempat

Terimakasihku untukmu burung pipit kecilku
Terbanglah bebas kemana kau akan pergi
Temukah teman yang akan menjadi kekasihmu
Kembalilah lagi ke tamanku suatu saat nanti

Aku akan mengobatimu kembali jika kau kembali tersakiti
Terbang dan lupakanlah aku jika kau menemukan cinta sejati
Biarkan aku disini untuk terus berharap dan menanti
Karena aku sangat menyayangi dan mencitaimu tulus murni
Dan tak akan terganti karena kau satu dihati.

Jum'at kelabu
Kunanti dan menunggu
Kepersiapkan hati ini tuk ungkap perasaan ini
Debar jantung ini bermain dan menari

Satu, dua, tiga iam waktu berlalu
Kau yang kudampa tak kunjung berlalu
Ditempat yang telah kita sepakati tuk berjumpa
Pikiranku semakin tak terduga

Akhirnya dari kejauhan kulihat dia
Dengan wajah hampa dia tiba
Mawar merah telah kupersiapkan untuknya
Dan kamipun berbincang bersama

Dan tiba masa untuk ungkap rasa
Dengan hati yang semahkin membahana
Kuungkapkan cinta ini kepadanya
Dengan berharap dia merasa

Dengan memandang wajahnya kuberharap
Tiba waktunya dia berucap
Dengan sabar mencerna makna
Ternya cintaku tak berbalas rasa

Oh tuhan hancur duniaku saat ini
Dengan tersenyum kuterima semua ini
Tapi aku bahagia aku telah mengeluarkan beban hati
Dan akan kucoba kembali untuk membuatnya memparcayai

Dan kuberkata padanya terima kasih untuk rasa ini
Walau cintaku tak berbalas aku telah merasai
Jatuh cinta padamu yang dengan tulus
Tapi aku akan berjuang kembali dan suatu saat nanti
Pasti kau percaya akan cinta yang tulus suci.




Puisi Khalil Gibran - Ibu

IBU
By : Khalil Gibran


Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan "Ibuku" merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian,
Manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita dilaka lara,
Impian kita dalam rengsa, Rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci Yang senantiasa merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam Merebahkannya dalam lentera ombak,
Syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus,
Memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.

Penuh cinta dan kedamaian.